Bondowoso – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) STIS Darul Falah Bondowoso resmi melaksanakan kegiatan Yudisium Penilaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik tahun 2025 pada Sabtu (20/9/2025). Acara ini berlangsung di aula mini kampus STIS Darul Falah dan dihadiri oleh Ketua LP2M, Panitia Pelaksanan, serta seluruh peserta KKN dari berbagai posko di Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan yudisium ini menjadi rangkaian akhir dari program KKN yang telah dilaksanakan mahasiswa di berbagai desa mitra. Dalam yudisium, LP2M memberikan penilaian menyeluruh terhadap capaian program kerja mahasiswa, kedisiplinan, kreativitas, inovasi, serta dampak nyata yang ditimbulkan bagi masyarakat.
Ketua LP2M STIS Darul Falah, Abd Aziz, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras mahasiswa. “KKN bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Melalui yudisium ini kita ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan mahasiswa benar-benar memberikan manfaat serta selaras dengan visi pengembangan masyarakat,” ujarnya.
Penilaian yudisium KKN dilakukan berdasarkan laporan kegiatan, dokumentasi, dan presentasi mahasiswa. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk memaparkan capaian program, tantangan yang dihadapi, serta solusi yang diterapkan di lapangan. Dari hasil penilaian, banyak program mahasiswa yang dinilai inovatif, seperti sosialisasi edukasi pencegahan pernikahan dini, pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM, pelatihan literasi digital, hingga perbaikan sarana prasarana desa.
Perwakilan dosen pembimbing lapangan, Armawi, M.E., menegaskan bahwa capaian mahasiswa tahun ini cukup membanggakan. “Mahasiswa mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat desa dan menghadirkan program yang relevan. Hal ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menjalankan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, dalam kegiatan yudisium juga disampaikan penghargaan kepada kelompok KKN dengan kategori program terbaik, kelompok paling inovatif, serta kelompok dengan dedikasi tinggi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas semangat mahasiswa dalam mengabdi.
Sementara itu, salah satu perwakilan mahasiswa peserta KKN mengaku bangga bisa menyelesaikan program hingga tahap yudisium. “Kami banyak belajar dari masyarakat, tidak hanya tentang ilmu praktis, tetapi juga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan keikhlasan. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi kami setelah lulus nanti,” ujarnya.
Dengan terlaksananya yudisium ini, LP2M STIS Darul Falah Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program KKN yang lebih inovatif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ke depan, diharapkan mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang menginspirasi dalam pembangunan desa.



No comment