STIS Darul Falah BondowosoTarik KKN Tematik 2025: Mahasiswa Tinggalkan Jejak Pengabdian di Sembilan Desa di Kecamatan Cermee


Bondowoso, 10 September 2025 – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik STIS Darul Falah Bondowoso tahun 2025 resmi ditutup melalui kegiatan penarikan di sembilan titik desa yang berada di Kecamatan Cermee, yaitu Desa Solor, Desa Batu Salang, Desa Batu Ampar, Desa Kladi, Desa Suling Wetan, Desa Ramban Wetan, Desa Palalangan, dan Desa Jirek. Kegiatan yang berlangsung sejak beberapa pekan lalu ini telah menjadi ajang pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus wujud nyata penerapan ilmu di tengah kehidupan sosial.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa STIS Darul Falah melakukan beragam program, mulai dari edukasi pencegahan pernikahan dini, penyuluhan hukum keluarga, peningkatan literasi keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif. Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat di masing-masing desa, yang turut terlibat aktif dalam setiap agenda.

Ketua Panitia KKN Tematik, Zaenal Arifin, M.H dalam sambutannya saat penarikan, menyampaikan rasa syukur sekaligus bangga atas terlaksananya program dengan lancar. Ia menegaskan bahwa kegiatan KKN ini bukan sekadar rutinitas akademik, tetapi juga ruang belajar sosial yang mengajarkan mahasiswa tentang nilai gotong royong, kearifan lokal, serta tanggung jawab moral sebagai insan akademis dan calon pemimpin masa depan.

“Alhamdulillah, KKN Tematik tahun ini dapat berjalan dengan baik di sembilan titik desa. Kami melihat antusiasme masyarakat luar biasa, bahkan menjadikan mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar mereka. Inilah yang menjadi kesan mendalam bagi kami semua. Semoga ilmu yang ditanamkan bisa memberi manfaat, dan hubungan baik antara kampus serta masyarakat tetap terjalin di masa mendatang,” ujar Ketua Panitia.

Masyarakat di berbagai desa juga memberikan apresiasi positif terhadap kehadiran mahasiswa STIS Darul Falah. Mereka menilai bahwa kegiatan KKN membawa suasana baru sekaligus memberikan wawasan yang berguna, terutama dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pendidikan, hukum, serta perencanaan masa depan keluarga.

Kepala Desa Kladi, misalnya, mengungkapkan bahwa mahasiswa membawa energi baru di tengah masyarakat, “Program-program yang dibawa mahasiswa sangat relevan dengan kebutuhan desa kami. Terutama sosialisasi tentang pencegahan pernikahan dini yang menyasar generasi muda. Ini penting untuk masa depan desa,” ujarnya.

Warga Desa Palalangan juga menyampaikan apresiasi atas pendekatan yang dilakukan mahasiswa. Menurut mereka, kegiatan yang dikemas dengan diskusi santai, penyuluhan, dan praktik langsung membuat masyarakat lebih mudah menerima pesan yang disampaikan.

“Mahasiswa tidak hanya memberikan materi, tapi juga membaur dengan warga. Kami merasa mereka bukan tamu, melainkan keluarga baru di desa kami,” tutur Aziz salah satu tokoh masyarakat setempat.

Secara umum, masyarakat di seluruh titik KKN menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dan berharap STIS Darul Falah Bondowoso dapat terus menurunkan mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian di desa-desa. Kehadiran mahasiswa bukan hanya meninggalkan pengetahuan baru, tetapi juga jejak persaudaraan yang akan selalu dikenang.

Selama kegiatan KKN Tematik berlangsung, masyarakat di sembilan desa lokasi penempatan mahasiswa STIS Darul Falah memberikan beragam tanggapan positif. Mereka menilai kehadiran mahasiswa tidak hanya memberi manfaat praktis, tetapi juga membangkitkan semangat kebersamaan.

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *