Delegasi Dosen STIS Darul Falah Ikuti Konferensi Internasional di UIN Sunan Ampel Surabaya


Bondowoso — STIS Darul Falah mengirimkan dosennya sebagai delegasi dalam International Conference bertajuk “Why Indonesia as a New Center of Muslim Civilization? Reassessing the Role of Indonesian Islam in Shaping the World Future in a Post-War Era”. Kegiatan ini akan berlangsung pada Rabu, 26 November 2025, di Gedung Sport Center & Multipurpose, UIN Sunan Ampel Kampus A. Yani, Surabaya. Konferensi ini diikuti oleh hampir 200 perguruan tinggi dari berbagai daerah, baik nasional maupun internasional.

Konferensi internasional ini bertujuan menempatkan Indonesia, khususnya melalui tradisi pesantren di Jawa Timur, sebagai pusat intelektual dan moral baru peradaban Muslim. Acara digelar di tengah konteks konflik global, seperti perang Rusia–Ukraina dan krisis Israel–Palestina, dengan menekankan model perdamaian, pluralisme, dan ketahanan demokratis ala Indonesia. Pesantren ternama di Jawa Timur, seperti Tebuireng, Bahrul Ulum, Lirboyo, dan Sidogiri, menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan Islam dapat membina inklusivitas, kewirausahaan, kesadaran lingkungan, dan kesetaraan gender, sambil tetap menjaga tradisi keilmuan klasik.

Konferensi menghadirkan sejumlah tokoh penting, termasuk Dr. (H.C) Dra. Hj. Khofifah Indar Prawansa, M.Si, KH. Anwar Iskandar, Prof. Greg Barton, dan Prof. Dr. H. Imam Ghazali, MA, dengan moderator Prof. Abdul Kadir Riyadi, Ph.D. Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dengan seremonial pembukaan, orasi ilmiah dari Menteri Agama RI dan Wakil Ketua DPR RI, serta pembacaan doa penutup. Sesi panel akan membahas peran Indonesia sebagai pusat peradaban Muslim modern dan diakhiri dengan Deklarasi Surabaya Charter.

Ketua STIS Darul Falah menekankan bahwa keikutsertaan dosen dalam konferensi ini merupakan bagian dari strategi institusi untuk memperkuat jejaring akademik global dan meneguhkan posisi STIS Darul Falah di kancah pendidikan Islam internasional. “Partisipasi dosen kami menjadi kesempatan berharga untuk berbagi pengalaman, mempelajari praktik terbaik pendidikan Islam dari berbagai negara, dan menegaskan kontribusi Indonesia serta pesantren sebagai model Islam moderat dan inklusif,” ujarnya.

Dengan partisipasi ini, STIS Darul Falah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengembangkan kualitas akademik dosen melalui peningkatan kapasitas, pengalaman, dan kompetensi internasional. Keterlibatan dosen dalam konferensi internasional ini juga memperluas jejaring akademik global, membuka peluang kolaborasi penelitian, serta memperkuat posisi dan kontribusi pendidikan Islam Indonesia di tingkat internasional. Selain itu, partisipasi ini menjadi bentuk nyata dari upaya institusi dalam mendorong tradisi akademik yang produktif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan peradaban Muslim kontemporer.

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *