Bondowoso, 28 Agustus 2025 – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posko V STIS Darul Falah (STIS Dafa) Bondowoso menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini dengan mengusung tema “Pernikahan dini bukan jalan keluar: Bangun keluarga bahagia dengan perencanaan yang matang”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (28/08) bertempat di Balai Desa Batu Salang, Kecamatan cermee Kabupaten Bondowoso.
Acara ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Syaiful Bakri, M.H seorang pakar hukum sekaligus Wakil Ketua I STIS Dafa Bondowoso yang dikenal memiliki kepedulian terhadap isu sosial dan keluarga. Selain itu, hadir pula Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik Posko V, Iklil Hasbiyalla, S.Sy., M.H serta panitia pelaksana. Dalam audiensi, turut hadir ibu-ibu PKK, remaja desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perangkat desa Batu Salang yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap upaya pencegahan pernikahan dini di desa Batu Salang.
Dalam pemaparannya, Dr. Syaiful Bakri, M.H menegaskan bahwa pernikahan dini bukan solusi, melainkan seringkali menjadi pintu masuk berbagai permasalahan rumah tangga. Ia menekankan pentingnya kesadaran hukum, pemahaman agama, serta kesiapan mental dan ekonomi sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. “Pernikahan adalah ibadah yang sakral, tetapi jika dilakukan tanpa kesiapan maka yang muncul adalah kerentanan, baik dari sisi hukum, kesehatan, maupun psikologis. Karena itu, perencanaan matang adalah kunci untuk membangun keluarga yang bahagia,” ujar Dr. Syaiful dalam penyampaiannya.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN Posko V, Iklil Hasbiyalla, S.Sy., M.H juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut hadir di tengah masyarakat, tetapi juga membawa perubahan positif melalui edukasi yang relevan dengan kebutuhan warga.
Sementara itu, para peserta yang hadir, terutama dari kalangan remaja, menyambut baik kegiatan ini. Banyak di antara mereka yang mengaku mendapatkan pemahaman baru tentang dampak buruk pernikahan dini dan pentingnya melanjutkan pendidikan sebelum berumah tangga.
Kegiatan ini ditutup dengan diskusi interaktif, di mana peserta diberi kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pandangan mereka. Antusiasme audiensi tampak jelas ketika banyak pertanyaan diajukan terkait solusi konkret untuk menghindari praktik pernikahan dini di desa batu salang.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Batu Salang semakin sadar bahwa pernikahan dini bukan jalan keluar dari persoalan hidup, melainkan sebuah keputusan besar yang membutuhkan persiapan matang. (*)



No comment